October 27, 2020
Agent Banking: Percepat Pertumbuhan dan Jangkauan Bisnis Perbankan

Sistem perbankan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pada umumnya. Produk-produk yang ditawarkan bank seperti tabungan, deposito, dan layanan perbankan lainnya tersedia bagi masyarakat dengan akun rekening sebagai pintu utamanya. Bahkan dalam dunia kerja, kepemilikan rekening hampir selalu diwajibkan demi kepentingan penggajian. Dalam masyarakat masa kini mungkin kita akan merasa bingung apabila mendengar orang di sekitar kita mengungkapkan bahwa mereka sama sekali tidak menggunakan produk bank, tetapi nyatanya di Indonesia masih banyak kasus unbanked, yaitu anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan, atau mendapat layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya dikarenakan berbagai macam alasan, dengan alasan yang paling umum adalah karena banyaknya masyarakat yang tinggal di daerah yang belum terjangkau oleh bank.

Pada 2019, Riset yang diadakan oleh Bain & Company yang berkolaborasi dengan Google dan Temasek menemukan bahwa 92 juta jiwa penduduk dewasa di Indonesia belum tersentuh layanan keuangan atau perbankan, di mana jumlah tersebut lebih dari separuh total penduduk dewasa Indonesia yang saat itu mencapai angka 182 juta jiwa. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, ada berbagai macam alasan atau faktor yang menyebabkan begitu banyaknya masyarakat unbanked di Indonesia, dan faktor umum di antaranya adalah masyarakat unbanked yang biasanya tinggal di daerah yang belum terjangkau oleh bank. Tentu saja sulit dan bukan merupakan langkah yang ideal bagi bank untuk terjun ke berbagai penjuru daerah untuk membangun kantor cabang atau sekedar ATM, mengingat diperlukan usaha dan biaya yang tidak sedikit. Masalah ini akan berpengaruh sebagai hambatan dalam pertumbuhan bisnis perbankan dengan begitu besarnya peluang yang terdapat dalam banyaknya masyarakat yang belum menggunakan layanan perbankan dan keuangan di Indonesia.

Masalah tersebut bukannya tidak memiliki solusi. Sistem perbankan keagenan atau sering disebut juga dengan Agent Banking atau Branchless Banking, merupakan solusi efektif yang dikenal dapat mengatasi mengurangi unbanked dengan memperkenalkan dan menyajikan layanan perbankan pada masyarakat di daerah-daerah yang umumnya sulit dijangkau oleh pihak bank. Agent Banking sendiri merupakan sistem pengadaan layanan perbankan dan/atau layanan keuangan lainnya yang dilakukan tidak melalui jaringan kantor, tetapi melalui kerja sama dengan pihak ketiga (agen) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan Agent Banking sebagai Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif atau disingkat Laku Pandai, untuk mendukung kemudahan transaksi tanpa harus datang ke bank melainkan melalui agen sebagai perpanjangan tangan dari bank dalam melayani transaksi. Melalui sistem ini, bank dapat menjangkau masyarakat unbanked di daerah dengan efisien tanpa harus mengeluarkan usaha dan biaya yang besar.

Namun, kenyataannya per 2019 lalu, data menunjukkan masih banyaknya jumlah masyarakat unbanked sejak pertama kali dikenalnya sistem Laku Pandai. Alasannya adalah kurangnya awareness para pelaku di perbankan mengenai betapa besarnya peluang untuk melakukan ekspansi atau perluasan jangkauan bisnis perbankan dengan masyarakat unbanked sebagai sasarannya. Selain itu, kurangnya awareness terhadap teknologi untuk penerapan sistem Branchless Banking itu sendiri berdampak pada sedikitnya angka bank yang baru menerapkan sistem ini, yang umumnya merupakan bank-bank besar. Adalah PocketBank, aplikasi mobile yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan dari ponsel dan memberikan fleksibilitas kepada bank untuk memperluas dan menembus pasar tanpa harus membangun cabang. Dengan teknologi PocketBank yang memungkinkan berbagai aktivitas perbankan hanya melalui aplikasi mobile dan juga fitur unggulan Agent Banking yang memungkinkan bank untuk melakukan penetrasi pasar ke berbagai daerah, para pelaku perbankan tidak perlu lagi bingung untuk menerapkan program Laku Pandai dalam ekspansi bisnis mereka, terutama di tengah kompetisi di mana peluang untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan jangkauan bisnis perbankan di Indonesia masih sangatlah besar.